HUT Jakarta dan 20 Gubernur Jakarta dari Masa ke Masa

Selamat HUT Jakarta ke-462 tahun!  Hal yang patut disyukuri, Jakarta makin dicintai warganya dan makin berprestasi! (Lihat: 27 prestasi Jakarta tingkat Nasional dan Internasional, Bangga dengan Jakartaku) Sejak tahun 2018 sampai dengan tanggal 8 April 2019 sudah 27 prestasi tingkat nasional dan internasional yang diraih oleh Jakarta, lho!  Perkembangan dan prestasi Jakarta tentunya tak luput dari peranan gubernur yang mengomandani pembangunannya dari masa ke masa.

HUT Jakarta ke-462 

HUT Jakarta ke-492

HUT Jakarta pada tahun ini, yaitu tanggal 22 Juni 2019 memiliki hastag #WajahBaruJakarta, dimana hal ini mengacu untuk mewujudkan kota yang bahagia warganya.  

Wajah Baru Jakarta meliputi fasilitas sarana dan prasarana jalan, baik trotoar yang lebar dan inklusef, moda transportasi modern, fasilitas publik yang bebas dipakai untuk kegiatan kebudayaan dan keagamaan.  

Selain itu kini Jakarta sedang progress memiliki sistem transportasi yang terintegrasi, PBB yang berkeadilan bagi masyarakat.  Pemprov DKI ingin membangun kota yang setara, sejahtera, hidup, maju, lestari dan bersatu, dan kesemuanya adalah perubahan paradigma mendasar dalam membentuk Wajah Baru Jakarta.

Tentunya perkembangan Jakarta dari masa ke masa tak lepas dari peranan gubernurnya.

20 Gubernur Jakarta dari Masa ke Masa

Gubernur  DKI Jakarta dari kiri ke kanan, sesuai nomor keterangan (1,2, 4, 5, 6,7. 13, 11, 9, 12, 10, 14, 16, 17, 18)
Pada tahun ini, Jakarta merayakan ulangtanunnya yang ke-492, namun gubernur Jakarta  memerintah terhitung sejak tanggal 23 September 1945, yaitu sejak Indonesia merdeka.  Sampai saat ini sudah 20 orang gubenur, lho, yang telah memerintah DKI Jakarta, yuk, kita kepo-in siapa saja dan menjabat selama beberapa tahun?

1. Raden Soewirjo

Gubernur Raden Soewirjo memulai masa jabatannya pada tanggal 23 September 1945 sampai dengan November 1947.  Pada masa itu merupakan masa awal kemerdekaan Indonesia,yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.

2. Daan Jahja (Gubernur Militer Jakarta)

Gubernur Daan Jahja mengemban amanat sebagai gubernur Jakarta dari tahun 1948 sampai dengan tahun 1950

3. Raden Soewirjo

Pada periode ke-2 ini Sowirjo mengemban jabatannya dari tanggal 17 Februari 1950 sampai dengan tanggal 2 Mei 1951.

4. Sjamsuridjal

Sjamsuridjal menjabat gubernur Jakarta dari tanggal 2 Mei 1951 sampai dengan tanggal 9 November 1953.

5. Sudiro

Sejak masa jabatan gubernur Jakarta yang pertama, Sudiro adalah gubernur yang terlama memerintah, yaitu selama 7 tahun, antara tanggal 9 November 1953 sampai dengan 29 Januari 1960.

6. Soemarno Sosoroatmodjo

Soemarno mulai menjabat dari tanggal 29 Januari 1960 sampai dengan 26 Agustus 1964.

7. Henk Ngantung

Henk Ngantung menjabat mulai dari tanggal 26 Agustus sampai dengan 15 Juli 1965.

8. Soewarno Sosroatmodjo

Pada periode ke-2 ini, Soewarno Sosroatmodjo menjabat dari tanggal 15 Juli 1965 sampai dengan 28 April 1966.

9. Ali Sadikin

Gubernur Ali Sadikin menjabat selama 11 tahun dari tanggal 28 April 1966 sampai dengan 1977.

10. Tjokropranolo

Tjokropranolo menjabat sebagai gubernur Jakarta dari tahun 1977 sampai dengan tahun 1982.

11. Soeprapto

Soeprapto menjabat dari tahun 1982 sampai dengan tahun 1987.

12. Wiyogo Atmodarminto

Beliau menjabat sebagai gubernur Jakarta dari tahun 1987 sampai dengan tahun 1992.

13. Soerjadi Soedirdja

Soerjadi Soedirdja menjabat dari tahun 1992 sampai dengan 1997.

14. Sutiyoso

Sutiyoso menjabat sebagai gubernur Jakarta dari tanggal 6 Oktober 1997 sampai dengan 6 Oktober 2002.

15. Sutiyoso

Pada periode ke-2, Sutiyoso menjabat dari tanggal 6 Oktober 2002 sampai dengan 7 Oktober 2002.

16. Fauzi Bowo

Fauzi Bowo menjabat dari tanggal 7 Oktober 2002 sampai 7 Oktober 2007.

17. Joko Widodo 

Joko Widodo mulai menjabat 15 Oktober 2007 sampai dengan 16 Oktober 2014.

18. Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama mulai menjabat dari tanggal 16 Oktober 2014 sampai dengan 9 Mei 2017.

19. Djarot Saiful Hidayat

Djarot Saiful Hidayat menjabat dari tanggal 9 Mei 2017 sampai dengan Oktober 2017

20. Anies Rasyid Baswedan

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang ke-20

Anies Rasyid Baswedan menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta saat ini yang ke-20 dari tanggal 16 Oktober 2017. 

Semoga gubernur-gubernur hebat yang pernah dan sedang memerintah DKI Jakarta semakin membuat Jakarta maju, sukses serta makin membuat bahagia warga yang mendiaminya.

Friends, siapa saja gubernur atau walikota atau pun bupati yang pernah menjabat di kotamu?  Yuk, ditulis di kolom komentar....






7 Tips Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Memilih jurusan di perguruan tinggi merupakan hal yang umumnya dihadapi oleh pelajar SMA yang akan menyelesaikan pendidikannya.  Sebaiknya memilih jurusan sudah dimulai ketika berada di kelas 10 atau kelas 1 SMA.  Mengapa? Karena pada umumnya pelajar akan berganti-ganti pilihan selama mengikuti pendidikan di SMA.  Berikut ini tips memilih jurusan di Perguruan Tinggi.
Sumber: Pixabay.com

Tips Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

1. Tentukan bidang pekerjaan yang diminati

Pembangunan yang dilakukan oleh ahli Teknik 
Untuk menentukan jurusan yang akan dipilih di perguruan tinggi, maka sebaiknya mulai tahun pertama di SMA, kalian mulai mencari informasi.  Hal ini dapat diperoleh baik dari orang tua, guru, alumni sekolah, maupun informasi dari perguruan tinggi yang bersangkutan atau sumber lainnya.

Bagi siswa SMA jurusan IPA, pilihan jurusan, antara lain Kedokteran dengan pekerjaan sebagai dokter, Teknik dengan pekerjaan sebagai ahli teknik (sipil, elektro, geodesi, pertambangan, dan lain-lain), Komputer dengan pekerjaan sebagai ahli Komputer (programmer, sistem analyst, ahli jaringan komputer, programmer),  Matematika dan IPA (MIPA) dengan pekerjaan sebagai ahli Matematika, ahli Statistik, ahli Fisika, maupun ahli Biologi.

Bagi siswa SMA jurusan IPS, pilihan jurusan, antara lain Ekonomi dengan pekerjaan sebagai Akuntan, ahli Manajemen, pengamat Ekonomi, FISIP (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik) dengan pekerjaan sebagai diplomat, Ilmu Komunikasi dengan pekerjaan sebagai Humas, Konsultan Komunikasi, Master of Ceremony (MC), Sastra dengan pekerjaan sebagai penterjemah, dosen, dan Hukum dengan pekerjaan sebagai pengacara, notaris, konsultan Hukum.

2. Pahami potensi diri

Sumber: Kisspng.com
Sebelum memilih jurusan, kita harus memahami potensi diri yang dimiliki.  Bagaimana kemampuan kita?  Jika kita bercita-cita menjadi seorang ahli komputer, tetapi memiliki nilai IPA yang tidak memenuhi syarat, tetapi memiliki nilai Ekonomi dan Bahasa yang cukup tinggi, jurusan Ekonomi ataupun jurusan Sastra bisa dipertimbangkan.  Dari kedua jurusan tersebut, pertimbangkanlah jurusan yang paling mendekati dengan potensi diri atau kemampuan diri kita.

Selain jurusan di Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta, sekarang juga banyak pilihan sekolah kedinasan, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Ilmu Kemasyarakatan, Politeknik Ilmu Keimigrasian, Politeknik Keuangan Negara STAN), Sekolah Tinggi Perikanan Bogor (STPB), Sekolah Tinggi Multi Media (STMM). 

3. Ikuti passion mu

Gali apa yang menjadi passionmu sesuaikan dengan potensi diri yang dimiliki.  Misalkan kita memiliki passion yang tinggi terhadap Komputer dan memiliki nilai Matematika yang cukup memenuhi standar terhadap jurusan tersebut, maka pilihlah jurusan Komputer dan tekuni dengan sebaik-baiknya.

Namun bila kita memiliki passion untuk menjadi seorang dolter, tetapi memiliki nilai IPA dibawah standar yang dipersyaratkan, maka pilihlah yang sesuai dengan potensi diri kita.  Misalnya kita juga suka Bahasa Korea, maka pilihlah jurusan Bahasa Korea.

Kita harus memiliki alternatif pilihan dengan mempertimbangkan cita-cita, pekerjaan, potensi diri, dan passion.  Buat 3 sampai 4 alternatif pilihan yang telah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, dan jangan sampai menyesali keputusan yang telah dipilih. 

4. Pelajari kelebihan dan kekurangannya

Pelajari kelebihan dan kekurangan jurusan yang dipilih, pelajari kurikulum, lama kuliah, biaya yang dibutuhkan, pastikan sesuai dengan potensi, passion, serta kesanggupan dalam menyelesaikan kuliah. 

5. Cari informasi akreditasi jurusan

Sebelum mulai kuliah, harus dipastikan akreditasi jurusan terlebih dahulu.  Hal ini penting, karena semakin tinggi akreditasi, maka semakin tinggi kepercayaan masyarakat.

Akreditasi perguruan tinggi juga merupakan persyaratan dalam penerimaan calon pegawai di perusahaan, lho!

6. Pertimbangkan Situasi Global

Saat ini keadaan global sedang mengarah mempersingkat pekerjaan, banyak pekerjaan yang perlahan-lahan mulai menghilang karena pengaruh digitalisasi.  Pekerjaan tersebut antara lain, teller karena perlahan-lahan teller akan digantikan dengan otomasi sistem perbankan.  Bahkan kelak orang yang mengajukan kredit tidak perlu berhadapan langsung dengan karyawan bank, cukup dengan mengisi aplikasi online.

Petugas administrasi kelak akan semakin kurang diperlukan, karena tergantikan dengan otomasi administrasi.  Di masa depan akan makin banyak pekerjaan yang akan hilang disebabkan otomasi dan aktivasi robot, hal ini patut dipertimbangkan dalam memilih jurusan, Friends!

7. Pertimbangkan biaya kuliah

Biaya kuliah merupakan hal yang harus dipertimbankan dalam memilih jurusan.  Pertimbangkan kemampuan membiayai kuliah dari awal sampai sidang akhir.  Jangan sampai kuliah terhenti sebelum waktunya, disebabkan keterbatasn dana.

Pilih kuliah yang sesuai dengan anggaran, kalaupun akan kuliah sambil bekerja, usahakan selesaikan kuliah sampai selesai.  Bila ingin mencari beasiswa, biasanya mempersyaratkan kurang mampu dan memiliki nilai yang tinggi.

Demikianlah 7 tips memilih jurusan di perguruan tinggi, jadi jurusan apa yang kalian pilih, Friends?  Ingatlah pilihan hari ini menentukan masa depan kalian, so jangan salah pilih!





Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Cagar Budaya Sekolah Kedokteran Indonesia

Hari purbakala, merupakan hari peringatan nasional terkait dengan keberadaan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.  Beruntung, saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri peringatan Hari Purbakala ke-106, dengan tema acara awal "Menelusuri Jejak-Jejak Momumental Sepanjang Sudirman-Thamrin".  Namun, sayangnya karena sesuatu hal, maka panitia memindahkan acara yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2019 ini menjadi "Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Cagar Budaya Sekolah Kedokteran Indonesia".

Suasana di ruang kelas (dok.pri)

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional

Acara dimulai dengar registrasi awal, antara pukul 07.00-08.00.  Sebelum memasuki ruangan, peserta dibagikan perlengkapan buku notes, pulpen, tanda peserta, bros, kaus peserta berwarna biru tosca,  juga Bulletin Cagar Budaya dalam 1 tas yang unik.  Peserta terdiri siswa SMA beserta guru pendamping, wakil dari Komunitas Pencinta Museum Indonesia, serta masyarakat umum.

Para Nara sumber menyampaikan materi (dok.pri)
Acara dimulai dengan diskusi yang didahului oleh pemberian sambutan oleh Kasubdit Pelestarian Cagar Budaya dan Museum, wakil dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, serta ketua guru sejarah Indonesia, Kepala Museum Depdiknas, dan Kepala Museum Kebangkitan Nasional.

Pada saat ini diinformasikan acara di Museum Kebangkitan Nasional adalah merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Purabakala ke-106, yang diantaranya adalah kegiatan pembuatan film kaleidoskop, lomba penulisan ensikplodia cagar budaya, serta lomba foto cagar budaya yang bisa dilihat di instagramnya Hari Purbakala ke 106.

Para peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (dok.pri)
Pada diskusi ini nara sumber mengutarakan harapan adanya buku antologi yang terkait dengan cagar budaya Museum Kebangkitan Nasional.  Nara sumber kedua, Kepala Museum Depdiknas menyatakan cagar budaya merupakan pilar dari pembangunan, dan juga merupakan pondasi pembangunan.  Peserta diharapkan sebagai perpanjangan tangan tentang pentingnya cagar budaya di Indonesia.  Pesan dari nasa sumber ketiga, wakil dari Ikatan Ahli Areologi Indonesia adalah agar menggali lingkungan sejarah tempat tinggal kita, seperti bagaimanakan sejarah lahirnya kota Jakarta? Kapan tanggal lahir kota Jakarta?

Menelusuri Jejak Sejarah Museum Kebangkitan Nasional
Setelah acara diskusi, peserta pun dibagi 2 kelompok dengan 2 pemandu yang berbeda.  Kami mengikuti kelompok yang dipimpin oleh Bapak Swa.

Lonceng yang digunakan di STOVIA (dok.pri)
Kelompok kami mulai menuju ruangan-ruangan di museum.  Yang pertama dikunjungi adalah bel masuk tempo dulu, bel inilah yang digunakan untuk mengingatkan mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandshce Artsen) atau Sekolah Kedokteran Bumiputera masuk kelau untuk mengikuti pelajaran.

Berikutnya adalah ruangan yang menjelaskan tentang proses berdirinya sekolah STOVIA yang menjadi cikal bakal jurusan Kedokteran Universitas Indonesia.

Berita tentang awal berdirinya Sekolah Dasar Jawa (dok.pri)
Ruang yang kami masuki pertama adalah Ruang STOVIA I, ruang "Perubahan".  Di ruang itu menggambarkan pada 1847 mewabah penyakit menular, seperti types, kolera, dan disentri yang membuat tenaga medis pemerintahan Hindia Belanda kewalahan.  Sehingga pada tahun 1851 didirikanlah Sekolah Dasar Jawa untuk menjadi dokter pribumi dan "vaccinateur" (mantri cacar).  Pada masa ini pendidikan ditempuh dalam waktu 2 tahun.

Berdirinya STOVIA (dok.pri)
Ruang berikutnya, adalah perkembangan sekolah dari 2 tahun menjadi 4 tahun, kemudian menjadi 7 tahun.  Sekolah Dokter Jawa pun berubah menjadi Sekolah Dokter Pribumi (STOVIA).

Alat pemech tengkorak kepala (dok.pri)
Satu alat yang menjadi perhatian para peserta adalah adanya alat pemecah tengkorak.   Wiiiihhhh! Peserta serentak berkomentar bersamaan membayangkan tengkorak kepala dipecahkan!   Pak Swa langsung menjawab. 'Tenaaaang... tengkoraknya sudah terpisah dari tubuh...jadi, bukan tengkorak kepada orang hidup!  Para peserta pun menjawab bersamaan,"Ooooo...begituuuu!

Kelengkapan asrama mahasiswa STOVIA (dok.pri)
Kamipun mengelilingi seluruh ruangan di gedung yang cukup luas ini, antara lain ruang direktur, ruang kelas, ruang laboratorium, bahkan ruangan asrama.  Yup, ruangan asrama menyatu di gedung ini.
Gedung STVIA yang baru dan menjadi cikal bakal FK UI (dok.pri)
Pada tanggal 5 Juli 1920 seluruh kegiatan pendidikan STOVIA dipindahkan ke Salemba, sekarang bernama gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Yup, STOVIA adalah cikal bakal Fakultas Kedokteran UI

Pemberian souvenir kepada peserta (dok.pri)
Acara hari ini ditutup dengan pemberian souvenir bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dan berdasarkan foto instagram yang diupload di instagram masing-masing yang paling menarik, serta pengenalan kepada kelompok Menulis Dandelion.  Tentunya yang tidak ketinggalan dalam setiap pertemuan adalah foto bersama seluruh peserta.

Peserta foto bersama (dok.pri)
Demikianlah acara mengenal Museum Kebangkitan Nasional, cagar budaya yang berada di Jakarta.

Friends, apa sajakah cagar budaya di daerah kalian masing-masing?  Yuk, isi jawaban kalian di kolom komentar dan mari kita jaga cagar budaya di daerah kita masing-masing, agar generasi mendatang masih mengenal sejarah nenek-moyangnya!









10 Karakter Anak Pertama yang Unik

Anak yang dilahirkan pertama, di tengah maupun dilahirkan terakhir mempengaruhi sifat dan karakter anak tersebut.  Selain itu anak pertama juga disebut 'kelinci percobaan' dalam mendidik anak bagi orang tuanya, karena belum ada pengalaman sebelumnya.  Semua ini mempengaruhi karakter anak pertama dan juga mempengaruhi keunikan karakternya.

10 Karakter Anak Pertama yang Unik

Sumber Dugan, kisspng.com


1. Pemimpin

Anak-anak pertama cenderung diberikan kepercayaan sebuah tanggung jawab.  Menurut sebuah penelitian dari University of Georgia, anak pertama lebih cenderung dipercayakan tanggung jawab dalam memimpin.  Hal ini mungkin karena terbiasa dalam memimpin adik-adiknya, maka anak pertama memiliki jiwa kepemimpinan yang cukup tinggi.

Contohnya: mayoritas presiden Amerika Serikat dan CEO adalah anak pertama.

2. Pekerja keras

Anak pertama cenderung memiliki orientasi yang tinggi terhadap prestasi.  Hal ini karena orang tua cenderung menjadikan anak pertama sebagai contoh teladan bagi adik-adiknya, maka ia lebih giat untuk mencapai prestasi agar menjadi contoh teladan sesungguhnya.  Untuk itu ia bekerja keras untuk mencapai prestasi yang diharapkan.

3. Mandiri

Anak pertama tidak bermasalah dalam menjalani kehidupannya, hal ini karena orang tua sibuk mengurus adik-adiknya sehingga ia cenderung lebih mandiri dalam kehidupannya.  Dia lebih madiri, karena memahami kesibukan orang tuanya.

4. Peduli pada orang lain

Anak pertama terbiasa membantu menjaga dan mengasuh adik-adiknya ketika dibutuhkan oleh orang tua.  Dia terbiasa menjaga dan memberikan perlindungan, serta memberikan kenyamanan kepada adik-adiknya.

5. Pengambil keputusan

Lebih cenderung menurut kepada orang tua atau yang lebih berkuasa, anak pertama lebih mudah mengambil keputusan.  Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Chilsd Development, anak pertama lebih mudah menyesuaikan diri, karena dia lebih mudah dalam mengambil keputusan.

Anak pertama lebih cenderung menurut, dibandingkan dengan anak kedua yang lebih suka berpetualang dan mengekspresikan dirinya. 

6. Lebih pandai menguasai bahasa kedua selain bahasa ibu

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology, dalam keluarga yang menggunakan dua bahasa (bilingual), anak pertama menggunakan bahasa kedua lebih baik daripada penggunaan bahasa oleh saudara kandungnya yang lahir kemudian.

Hal ini merupakan hal yang mengejutkan kemampuan bahasa dipengaruhi oleh urutan kelahiran seseorang.

7. Cenderung baik-baik

Anak pertama cenderung lebih menurut kepada kedua orang tuanya dan cenderung berprilaku baik selama masa remaja.

Menurut sebuah penelitian dari jurnal Economic Inquiry, anak pertama lebih cenderung kecil kemungkinannya menggunakan narkoba maupun 'pergaulan bebas' dibandinkan anak tengah maupun anak terakhir.

Anak pertama lebih cenderung menjadi jiwa pemimpin, pekerja keras, mandiri, serta lebih mudah mengambil keputusan.

8. Giat mencapai target

Anak pertama cenderung dijadikan contoh teladan oleh orang tua bagi adik-adiknya dan dia diharapkan berhasil dalam mencapai targetnya.  Apalagi jika orang tua sudah mulai menua, maka dia diharapkan dapat menjaga dan membiayai adik-adiknya.  Hal ini menyebabkan anak pertama harus giat untuk mencapai target yang telah ditetapkan, agar dapat mengemban amanah dari orang tuanya. 

9. Egois

Anak yang pertama dilahirkan memiliki rasa egois yang tinggi dan tidak terkalahkan.  Tetapi rasa egois itu makin lama akan berkurang seiring dengan pertambahan usia yang semakin dewasa.  Namun rasa egoisnya juga karena kepeduliannya terhadap orang-orang yang disayangi.  Anak pertama konsisten dalam prinsip yang dianut dan teguh pada pendiriannya.

10. Mengalah

Anak pertama cenderung mengalah kepada kepentingan adik-adiknya dan kepentingan keluarganya, jika diperbandingkan dengan kepentingan diri sendiri.  Anak pertama terbiasa melapangkan hati dan mendahulukan kebahagiaan adik-adiknya.

Friends, demikianlah 10 karakter anak pertama yang unik, yang manakah yang cocok dengan karakter kalian?  Silahkan ditulis di kolom komentar ya....





Dampak Positif Bermain Game Online atau pun Offline

Main game? Mengapa tidak?  Bermain game itu mengasyikkan, lho, baik game online maupun offline.  Banyak genre game, game permainan, maupun game strategi yang bisa dipilih, lho, Friends!  Sayangnya banyak pendapat negatif tentang game yang beredar di masyarakat.  Yuk, kita kupas tuntas, apa sih, dampak positif kalau kita bermain game online atau pun offline!

Inilah Dampak Positif Bermain Game Online atau pun Offline

Sumber: Kisspng.com


1. Meningkatkan Fokus dan Keterampilan

Game Online Mobile Legends

Bermain game online atau pun offline dapat meningkatkan fokus dan keterampilan?  Iyalah...karena kalau kita bermain game, tentunya ingin menang, kan?  Nah, supaya menang, maka kita akan lebih fokus dengan game kita, iya, kan?  Selain fokus, tentunya kita akan meningkatkan keterampilan dalam bermain game, agar bisa memenangkan permainan, bukan?  

Dengan bermain game, maka akan meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan untuk mengendalikan joystick atau keyboard dan mouse.  So, tentunya fokus dan keterampilan kita akan semakin meningkat, Friends!

2. Melatih Kerjasama Tim

Bermain bersama teman-teman akan lebih seru, dibandingkan jika bermain sendiri saja.  Bermain Mobile Legends atau Arena of Valor (AoV) akan lebih melatih kekompakkan dengan teman-teman, lho! Setelah bermain game, kekompakkan tin akan semakin meningkat!

3. Istirahat Sejenak

Bermain game merupakan waktu untuk menikmati istirahat sejenak, diantara berbagai macam kesibukan.  Nah, setelah bermain game online maupun offline, kita akan siap untuk melaksanakan kegiatan lainnya!

4. Mengurangi Tingkat Stress

Dengan bermain game online maupun offline, dapat mengurangi tingkat stress, lho, Friends!  Koq, bisa?  Iya, dengan bermain game, maka akan mengalihkan pikiran yang sedang mengalami stress, menjadi lebih tenang, lho!

5. Melatih Kemampuan Bahasa Inggris

Bermain game dapat melatih kemampuan Bahasa Inggris?  Ya, terlebih jika petunjuk game diberikan dalam Bahasa Inggris.  Selain itu, jika game melibatkan pemain game dari negara lain, biasanya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris, lho!  Dengan demikian, bermain game akan melatih kemampuan Bahasa Inggris kita!

6. Mendapatkan Teman

Dengan bermain game, bisa mendapatkan teman, lho!  Terlebih jika memainkan game online, bisa mendapatkan teman baru, baik dari negara yang sama atau pun teman dari negara lain.

7. Mendapatkan Penghasilan 

Game Online AOV

Beberapa pemain game, telah mendapatkan ladang penghasilan dari bermain game, lho!  Syaratnya, tekun dalam memainkan game dan terus meningkatkan pencapaian!  Syarat untuk menjadi pro player, diantaranya memainkan game kompetitif, seperti Dota 2 atau CS: Go

Bermain game online atau pun offline memang memiliki dampak positif, tetapi yang harus menjadi catatan adalah bermain secukupnya dan tidak berlebihan, ya!  

Friends, selain yang telah disebutkan diatas, apalagi dampak positif bermain game online atau pun offline?  Ditulis di kolom komentar, yaa.... 




6 Hantaran Pernikahan Masakan Tradisional Minang

Hampir setiap pasangan pengantin menjelang hari pernikahan mereka mempersiapkan hantaran pernikahan.  Hantaran pernikahan terdiri bermacam-macam, diantaranya hantaran mas kawin, hantaran seperangkat alat salat dan kitab suci, hantaran 1 set pakaian, hantaran tas dan sepatu, serta hantaran masakan tradisional.  Dibawah ini 6 macam hantaran pernikahan masakan tradisional Minang, yang dapat dipersiapkan untuk hari pernikahan yang ditunggu-tunggu, Friends!

6 Hantaran Pernikahan Masakan Tradisional Minang

Sumber: de' Dunsanak

1. Masakan Rendang

Masakan Rendang Daging adalah masakan hantaran yang wajib dibawa oleh calon pengantin, karena masakan ini adalah icon dari masakan Minang.
Sumber: de' Dunsanak
Tidak lengkap hantaran masakan, tanpa adanya rendang.  Seperti juga, tidak lengkap hidangan yang tersaji tanpa adanya masakan kebanggaan masyarakat Minang ini.
Sumber: de' Dunsanak

2. Masakan Bebek Lado Hijau

Masakan Bebek Lado Hijau adalah masakan Minang khas Kotogadang.  Tak lengkap masakan hantaran di nagari Kotogadang, tanpa masakan Bebek Lado Hijau ini.
Sumber" de' Dunsanak
Bebek Lado Hijau adalah masakan dengan bumbu-bumbu warisan nenek moyang dan diracik secara khusus dan unik.
Sumber: de' Dunsanak

3. Masakan Pangek Ikan Kakap

Masakan Pangek Ikan Kakap adalah salah satu masakan khas Minang yang berbahan baku ikan Kakap.  Masakan berbumbu kuning ini adalah salah satu masakan yang disukai oleh masyarakat Minang.
Sumber: de' Dunsanak


Sumber: de' Dunsanak

4. Kue Tart Kotogadang

Kue Tart Kotogadang adalah kue khas yang ada dalam hantaran calon pengantin di nagari Kotogadang, salah satu nagari/desa di Bukittinggi, Sumatera Barat.  Kue ini biasa dibuat untuk hantaran lamaran atau pun hantaran pernikahan.
Sumber: de' Dunsanak

5. Kue Lapek Bugih

Kue Lapek Bugih ini adalah kue tradisional khas Minang.  Kue yang berbahan baku tepung sagu dan diisi unti/parutan kelapa muda yang dicampur gula Jawa dan dibungkus dengan daun pisang.  Kue ini banyak digemari sebagai kudapan ringan masyarakat Minang.
Sumber: de' Dunsanak

6. Hantaran Buah

Buah merupakan salah satu jenis hantaran yang biasanya diberikan oleh keluarga calon pengantin.  Berbagai macam buah dapat digunakan untuk pengisi hantaran pernikahan ini. 
Sumber: de' Dunsanak

Demikianlah 6 hantaran pernikahan masakan tradisional Minang ditambah hantaran buah-buahan.  Mudah-mudahan dapat jadi inspirasi bagi kalian yang sedang mempersiapkan pernikahan, Friends!


27 Prestasi Jakarta Tingkat Nasional dan Internasional, Bangga dengan Jakartaku


Sebagai penduduk Jakarta, patut berbangga dengan prestasi yang telah dicapai oleh ibukota Indonesia ini.  Sejak tahun 2018, pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta telah menyabet 27 penghargaan, baik pada tingkat nasional maupun internasional.  Penghargaan diberikan baik oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta, suatu pencapaian yang luar biasa yang dapat diperoleh oleh ibukota Indonesia ini.  Yuk, kita telisik penghargaan yang diperoleh oleh salah satu kota terpadat di dunia ini!

Prestasi Jakarta Selama Tahun 2018

Dari Aspek Pertanggungjawaban Keuangan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti Rapat Paripurna perihal Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI 

Pada aspek ini, pemerintah provinsi (pemprov) DKI telah meraih penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun 2017, setelah empat tahun puasa akan opini tersebut. 

Tidak hanya sampai disitu, pada tanggal 15 Mei 2019, pemprov DKI kembali meraih opini WTP atas laporan keuangan tahun 2018.

Dari Aspek Clean Government

Dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemprov DKI meraih 3 penghargaan. yaitu
1. Kategori Pemerintah Daerah dengan Penerapan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Terbaik Tahun 2018
2. Kategori Pemerintah Daerah dengan Nilai Gratifikasi Terbesar yang Ditetapkan Menjadi Milik Negara Tahun 2018
3. Kategori Pemerintah Daerah dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik Tahun 2018

Ketiga penghargaan diserahkan oleh pimpinan KPK, yaitu Agus Rahardjo, Saut Situmorang, serta Alexasander Maruata  kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada tanggal 5 Desember 2018.

Dari Aspek Pelayanan Publik 

Dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), pada tanggal 27 November 2018, Jakarta kembali memperoleh penghargaan untuk kategori berikut:
1. Penyelenggaraan Pelayanan Publik Sangat Baik dan Layanan Prima
2. Penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik yang diperoleh Jakarta, yaitu untuk Cek dan Sadari (Cegah Kanker Serviks Dengan Aplikasi MAPLE-S dan Mobil Deteksi Kanker HIBISCUS) dan Sipil Doyan Jalan (Sistem Pilih Dokter dan Waktu Pelayanan Pasien Rawat Jalan dan Peserta JKN-KIS).

Dari Aspek Keterbukaan Informasi Publik 

Komisi Informasi Pusat memberikan Jakarta Penghargaan Kualifikasi Badan Pemerintah Provinsi Paling Informatif, karena memberikan pelayanan informasi publik terbaik

Badan Informasi Geospasial memberikan ibukota Indonesia ini berupa:
1. Penghargaan Bhumandala Kanaka (medali emas)
2. Penghargaan Provinsi dengan Simpul Jaringan Terbaik dan Selaras dengan Sistem Referensi Geospasial Nasional

Dari Aspek Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 10 Desember 2018 kembali memberikan Jakarta Penghargaan Reksa Bahasa.

Hal ini karena keikutsertaan Anies Baswedan dalam mengembangkan bahasa, seperti contohnya adalah pengintegrasian transportasi di Jakarta atau Jak Lingko atau pun Moda Raya Terpadu (MRT).  Menurut Anies, pemberian nama-nama tersebut merupakan bentuk dari proses yang terjadi, yaitu pengintegrasian antar moda transportasi, mulai dari bus kecil, Transjakarta, MRT, LRT, hingga kereta.

Sehingga pada akhirnya, menurut Anies, adanya penjangkauan semua lokasi seperti halnya laba-laba.  Anies juga menyatakan, pihaknya telah mulai mengkonversi istilah-istilah untuk digunakan di Jakarta.

Dari Aspek Demokrasi dan Kesadaran Hukum

Dari aspek Demokrasi dan kesadaran hukum, Jakarta meraih:
1. Penghargaan Provinsi dengan Indeks Demokrasi Terbaik, acara ini diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik dan penghargaan diberikan oleh Kemenko Polhukam 
2. Penghargaan Anubhawa Sasana diberikan kepada 14 Kecamatan, 17 Kelurahan dan 37 Sekolah Sadar Hukum di DKI Jakarta.  Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Dari Aspek Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Warga 

Pada aspek ini, Pemprov DKI Jakarta menyabet Penghargaan
Penghargaan Universal Health Care, Jaringan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, Provinsi dengan Cakupan Jaminan Kesehatan Bagi Warga di Atas 95 persen (ditingkatkandari 78 persen menjadi 98 persen dalam waktu 6 bulan).  Acara ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, dan penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dari Aspek Sosial dan Budaya

Pemprov DKI juga mendapatkan penghargaan Pemerintah Provinsi dengan Komitmen Tinggi Terhadap Pelaksanaan Pembinaan Sosial Bagi Anak Jalanan dari Kementerian Sosial

Dari Aspek ketenagakerjaan

Pada bidang ketenagakerjaan Pemprov DKI meraih 4 penghargaan, diantaranya Penghargaan Indeks Prestasi Pembangunan Ketenagakerjaan (INTEGRA) untuk:
1. Kategori Indikator Utama Kesempatan Kerja Terbaik
2. Kategori Indikator Utama Produktivitas Kerja Terbaik
3. Kategori Indikator Utama Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terbaik. dan
4. Kategori Provinsi dengan Urusan Ketenagakerjaan Sedang

Dari Aspek Perlindungan Anak

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta berhasil meraih Penghargaan 10 Kota Layak Anak

Dari Aspek Pembangunan Ekonomi

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangungan Nasional memberikan kepada Jakarta Penghargaan Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia atas Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif 2018

Dari Aspek Penanaman Modal

DKI Jakarta raih Penghargaan PTSP Terbaik Ketiga

Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) pada acara Investment Award 2018 memberikan Jakarta Penghargaan sebagai Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Terbaik Ketiga se-Indonesia.  Prestasi ini diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi DKI Jakarta

Penghargaan-Penghargaan yang diberikan Pihak Swasta pada Tahun 2018

Penghargaan yang diberikan oleh pihak swasta kepada Jakarta, antara lain:
1. Anugerah Obsession Award 2018 pada tanggal 22 Maret 2018 sebagai Best Achiever Jakarta in Regional Leader versi majalah Men's Obsession
2. Penghargaan Bapak Peningkatan Kompetensi Guru Indonesia diberikan kepada Anies Baswedan oleh Ikatan guru Indonesia (IGI) pada tanggal 27 September 2018
3. Penghargaan Grand Property Award untuk Kategori tokoh yang inspiratif dan aktif melakukan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diberikan kepada Anies Baswedab pada Malam Apresiasi Indonesia Property and Bank Award XIII 21 November 2018.
4. Anies Baswedan meraih Anugerah Moeslim Choice Government Award 2018 pada peringatan 1st Anniversary Moeslim Choice Media yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2018.

Prestasi di Bidang Olahraga

Pada era Gubernur Anies Baswedan, Klub Persija sukses meraih gelar Juara liga 1 2018 dan Juara Piala President Cup 2018,  prestasi yang sudah lama tidak dicapai oleh Persija Jakarta.

Prestasi Jakarta pada Tahun 2019

Satu prestasi DKI Jakarta pada tingkat internasional adalah keberhasilan Jakarta masuk pada peringkat 50 besar Smart City Government.

Pada tanggal 18 Januari 2019, Jakarta berhasil masuk ke peringkat ke-47 Smart City Government, setingkat dibawah kota Paris yang berada di posisi ke-46.

Dari 10 indikator penilaian yang diberikan, DKI Jakarta meraih tiga nilai tertinggi pada indikator, yaitu Visi Pemprov DKI Jakarta, Kepemimpinan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kepala Pemerintahan dan Alokasi Anggaran APBD Provinsi DKI Jakarta.

Penghargaan yang Diberikan oleh Warta Ekonomi dan Rakyat Merdeka pada event Anugerah Indonesia Maju


Penghargaan diberikan oleh Warta Ekonomi dan Rakyat Merdeka pada tanggal 8 April 2019 di Hotel Pullman  Jakarta, Anies Baswedann sebagai gubernur terbaik.

Anies menyatakan, penghargaan yang diraihnya adalah berkat kinerja luar biasa dari jajaran Pemprov DKI Jakarta.  Suatu penghargaan yang diberikan kepada tim kerja.  

"Terima kasih, ini sebuah apresiasi untuk kinerja semua warga dan jajaran pemprov.  Saya berdiri di sini mewakili semuanya, apa yang dikerjakan di Jakarta adalah kerja kolektif, kerja kolosal, dan kami akan terus menerus memperbaiki, meningkatkan semua yang kami kerjakan selama ini," kata Anies.

Menurut Anies menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi yang dipimpinnya berada di atas rata-rata nasional. Sedangkan tingkat inflasi dan unemployeement (pengangguran) di bawah rata-rata nasional.  Pemprov DKI akan terus mendorong iklim usaha yang baik, dari sisi perizinan dimudahkan, dari sisi sarana prasarana difasilitasi, menurut Anies.

Dengan segudang prestasi yang telah diraih Jakarta, semoga Jakarta akan semakin bersinar dengan prestasi-prestasinya yang gemilang.  Tentunya hal ini akan mendorong daerah-daerah lain akan semakin berprestasi juga, yang mengakibatkan Indonesia yang makin maju dan berjaya.

Friends, apa saja prestasi yang telah daerah kalian raih?  Yuk, kita dorong daerah kita semakin berprestasi!