Masa-Masa Penting Pada Saat Awal Pernikahan, Apa yang Harus Dilakukan??



Masa awal pernikahan


Awal pernikahan penuh bunga cinta
Sumber: Amy Craft, Pixabay.com


Masa awal pernikahan adalah masa bahagia, namun begitu banyak hal yang harus dibicarakan dan dibuat kesepakatan yang menyangkut kepentingan kedua belah pihak terlebih dahulu.  Hal ini agar memperkecil kemungkinan salah paham, walaupun dirasa sepele, tetapi hal sepele tersebut, bisa menimbulkan permasalahan di kemudian hari. 
Hal-hal yang sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu antara pasangan, seperti  pasangan pengantin akan tinggal dimana setelah menikah, pengelolaan keuangan rumah tangga, hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh kedua belah pihak.

1.    Kesepakatan tempat tinggal

Membuat kesepakatan sebelum menikah, adalah hal yang perlu dibiasakan diantara pasangan suami isteri.  Seperti kesepakatan yang kami buat, walaupun sudah mengontrak rumah, kami memutuskan tinggal dahulu di rumah masing-masing orang tua.  Jadi tinggal selama 3 hari di rumah orang tua saya, kemudian 3 hari kemudian tinggal di rumah orang tua suami, baru hari ke-7 tinggal di rumah sendiri.  Hal ini juga merupakan keinginan orang tua kami masing-masing yang enggan langsung ditinggal oleh anaknya masing-masing setelah menikah.
Ada hal yang tidak terlupakan, pada saat malam pertama menginap di rumah mertua, saya menangis hampir semalam suntuk, cengeng, bukan?  Padahal waktu itu sudah berumur 29 tahun, lho!  Mengapa, ya bisa menangis selama semalam suntuk?  Hal ini karena, tiba-tiba terbersit banyak keraguan di dalam hati, apakah saya akan bahagia? Apakah suami saya akan membahagiakan saya? Apakah suami saya dapat menjaga sepotong hati yang saya punya?  Ya, Allah, saya titipkan sepotong hati ini pada-Mu…
Tibalah saatnya kami menempati rumah kontrakan kami yang mungil di bilangan Selatan Jakarta.  Minggu pertama pernikahan diisi dengan mengunjungi kerabat terdekat dari kedua belah pihak, dilanjutkan dengan berlibur ke rumah kakak sepupu di Bandung.  Pada saat-saat tersebut, juga merupakan waktunya menyesuaikan diri antara  saya yang terbiasa bekerja lambat dengan suami yang terbiasa bekerja cepat alias gercep (gerak cepat).  Sempat kaget terkena bentakan, karena suami tidak sabar dengan kelambatan saya mempersiapkan barang yang akan dibawa berlibur ke Bandung.
Namun, hal itu saya lontarkan secara becanda, ketika kami sedang santai becanda dengan keponakan suami yang usianya hanya berjarak 5 tahun dari suami.  Sejak itu, suami tidak pernah berbicara keras atau pun agak keras kepada saya.

2.    Momen penyesuaian diri pada awal pernikahan

Penyesuaian diri diantara pasangan suami isteri adalah hal yang penting di awal pernikahan, karena bergabungnya 2 pribadi yang berbeda dan memiliki background keluarga berbeda pula.  Hal ini memerlukan penyesuaian diri diantara kedua pasangan.  Keikhlasan dan kesabaran untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan adalah catatan sangat penting yang harus digaris bawahi.  Sudah ikhlas dan sudah sabar, tentu harus diakhiri dengan rasa syukur memiliki pasangan dengan semua kelebihan dan kekurangannya.
Ikhlas, sabar, dan syukurlah yang menjadi kunci pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah.  Pernikahan yang diliputi oleh rasa damai, tenang, dan bahagia, dapat mengatasi semua ujian, atau pun cobaan yang datang menghampiri.
Kami adalah 2 orang berbeda yang disatukan dalam pernikahan dengan nama Allah.  Tentunya banyak hal yang kami perlu sesuaikan dari perbedaan-perbedaan tersebut.
Yang satu biasa bergerak lambat, yang lain bergerak cepat.  Yang satu libur kerja hari Minggu, yang lain libur kerja selain hari Minggu.  Yang satu cerewet, yang lain pendiam.  Yang satu serius, yang lainnya jahil.  Yang satu agak cuek, yang lainnya suka kebersihan dan kerapian.  Yah, begitulah banyak hal yang harus disesuaikan di Antara kami berdua.
Sejak sebelum menikah, saya sudah bekerja dan kuliah jurusan ‘Public Relation’ kembali, walaupun sudah memiliki gelar Sarjana Ekonomi.  Hal ini karena keinginan menambah pengetahuan dan wawasan, sehingga menuntut pergi di pagi hari dan pulang sekitar pukul 10 malam.  Sedangkan suami yang bekerja sebagai chef di sebuah hotel bintang 4 di Selatan Jakarta, hanya dapat menikmati hari libur pada hari kerja, jarang sekali libur di hari Minggu.
Kami masing-masing harus menerima dengan besar hati kelebihan dan kekurangan kami masing-masing.
Saya yang tidak suka masak, mulai belajar masak dengan suami yang ahli masak, tetapi hal ini tidak berlangsung lama.  Hal ini karena tepat sebulan sesudah menikah, saya hamil, dan mengalami ‘morning sickness’ yang cukup lama, hingga usia kehamilan 5 bulan.

3.    Pengelolaan keuangan rumah tangga

Pengelolaan keuangan rumah tangga harus dibicarakan sejak awal oleh ke-2 pasangan suami istri.  Hal ini disebabkan, karena pengelolaan keuangan yang kurang baik, seringkali menyebabkan saling curiga diantara mereka.  Oleh sebab itu, dari pada menyebabkan keluarga menjadi tidak harmonis, maka pengelolaan keuangan harus jelas dan transparan. Transparan, seperti istilah keuangan negara saja, ya?
Dengan pengelolaan keuangan rumah tangga yang jelas dan transparan, mengurangi kemungkinan syak wasangka diantara pasangan suami isteri.
Pengelolaan keuangan rumah tangga, seperti jelasnya aliran uang masuk dan uang keluar, pos-pos pengeluaran yang harus disisihkan.  Semua penerimaan dan pengeluaran perlu di catat, untuk kejelasan bagi kedua pihak terutama di saat awal pernikahan. Pencatatan diperlukan untuk mengendalikan keuangan rumah tangga.
Pos-pos pemasukan keuangan rumah tangga, yaitu segala sesuatu aliran uang yang masuk ke rumah tangga, seperti pendapatan suami, pendapatan istri, bonus, atau pendapatan lain-lain.
Dari total penerimaan, maka akan dapat dibagikan kepada pos-pos pengeluaran, seperti pos pembayaran listrik, air, dan gas, pos dana untuk masing-masing orang tua, pos belanja bulanan, pos transportasi, pos pengeluaran lain-lain, dan pos tabungan.  Sebaiknya penyusunan pos penerimaan dan pengeluaran rumah tangga diketahui oleh masing-masing pasangan.
Kejelasan dan transparansi pengelolaan keuangan membuat suami, maupun istri mengetahui, dan memahami aliran masuk dan keluar keuangan rumah tangga.

4.    Hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh suami maupun isteri

Suami maupun isteri harus mengetahui dan memahami hal-hal yang disukai atau pun tidak disukai oleh masing-masing pasangan.  Hal ini merupakan salah satu kunci kelanggengan pernikahan.  Sebaik-baiknya pernikahan adalah yang dilandasi dengan pelaksanaan, pemahaman, dan pengamalan agama yang baik.
Pada pernikahan yang berlandaskan pemahaman dan pengamalan agama yang baik, maka pasangan suami isteri akan menjaga pelaksanaan ibadahnya masing-masing.  Rumah yang dihiasi dengan pelaksanaan ibadah, seperti shalat, baca Al Qur’an, serta zikir dan do’a akan membuat suasana rumah adem dan nyaman bagi penghuninya.  Selain itu akan menuntun suami atau pun isteri saling jujur, santun, bijak, menghormati, menyayangi, berkomunikasi dengan baik dengan pasangan, maupun dengan keluarga pasangan, menghindarkan dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
Saling menghormati dan menyayangi, juga berarti masing-masing suami isteri menjaganya melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh pasangannya, atau hanya menerima kekurangan pasangan masing-masing.
Menghindarkan dari hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti menceritakan keburukan suami atau pun isteri yang selayaknya ditutupi kepada orang lain, suka bergunjing dengan tetangga, dan lain-lain.







#Blogjadibuku
#Day3

Mengapa Pernikahan Harus Dirancang? Inilah Tips Memilih Jodoh yang Tepat!


1.    Merancang pernikahan bersandar kepada Sang Maha Kuasa



Pernikahan
Sumber: Clive Einstein, Pixabay.com



Beberapa pertanyaan timbul, mengapa pernikahan harus dirancang?  Bagaimana cara merancangnya?  Sejauh mana kita dapat merancang pernikahan?
Yup, kita akan menjawab semua pertanyaan satu-persatu!

A.  Mengapa pernikahan harus dirancang?

Satu pertanyaan yang harus dijawab adalah mengapa pernikahan harus dirancang?  Tentunya pernikahan harus dirancang, bukan khusus merancang materi saja, tetapi yang terpenting adalah non-materi.
Non-materi? Apa maksudnya?  Tentunya pernikahan akan terjadi jika ada ke-2 calon pengantin, betul, bukan?  Nah, ini masalahnya, untuk menjadi keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah, tentunya para wanita memerlukan pria pendamping yang dapat membimbing dalam kebaikan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pria yang memiliki dasar pengetahuan dan pemahaman, serta pengamalan agama yang baik akan mampu membimbing pasangannya mengarungi bahtera pernikahan.  Tentunya dasar

B.  Cara merancang pernikahan/tips memilih jodoh yang tepat

Cara merancang pernikahan/tips memilih jodoh yang tepat, yaitu:

1)      Pastikan kita memiliki niat yang benar

Niat yang benar akan menentukan kelancaran jalannya pernikahan kelak. 
Seperti yang tercantum pada Hadits Bukhari Muslim berikut:
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)
Jika kita memiliki niat menikah karena Allah, maka Allah akan mendekatkan dengan calon pasangan yang memiliki niat sama pula.
Hal ini dibuktikan dengan ketika saya bertemu dengan suami saat masih menjadi calon suami.
Calon pasangan saya pernah berkata kepada papanya, bahwa ia hendak menikah dengan gadis berhijab.
Di lain kesempatan dan lain waktu, papi saya almarhum pernah bertanya kepada saya, mengenai keinginan saya berhijab (pada saat itu masih belum berhijab).  “Bagaimana kalau mau menikah?” tanya beliau kepada saya.
Saya jawab saat itu dengan ringannya,”Yah, cari suami, yang mencari istri yang berjilbab, dong!”
Nah, percakapan 4 orang berbeda dan beda keluarga pula dengan satu niat tersebut, mempertemukan kami dalam satu mahligai pernikahan.

2)      Pastikan bahwa kita adalah wanita yang sholehah atau sedang berubah menjadi sholehah

Mencari jodoh tidak semudah membalikkan telapak tangan, maka untuk mendapatkan jodoh yang terbaik, maka kita harus meningkatkan kualitas diri.
Meningkatkan kualitas diri dengan cara meningkatkan ibadah. Hal ini, seperti menunaikan shalat lima waktu, ditambah dengan shalat sunnah, shalat Tahajud, shalat Dhuha, baca Al Qur’an, serta mengikuti pengajian-pengajian yang menambah wawasan agama.
Semua hal ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri, selain menambah ilmu tentang manajemen, psikologi, dan lain-lain.  Pengetahuan-pengetahuan yang kita pelajari ini, akan menambah pengetahuan dan wawasan kita dan akan bermanfaat dalam kehidupan berkeluarga kelak.

3)      Berusaha memantaskan diri sehingga layak mendapatkan jodoh yang sholeh

Memantaskan diri dengan calon jodoh adalah satu hal yang sering dikatakan oleh Mario Teguh dalam sesi motivasinya.
Tentunya kita akan mencari jodoh yang ‘pantas’ untuk kita. 
‘Pantas’ itu dalam arti jika berkomunikasi dengan pasangan, maka komunikasi akan lancar.
‘Pantas’ itu dalam arti memiliki pengetahuan dan wawasan yang seimbang. Kalau pun tidak, maka kedua pasangan akan saling memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan ke ‘pantas’ an lainnya.

4)      Kenali calon suami dengan baik

Sebelum menikah, maka kita harus mengenali calon suami kita dengan baik. 
Bagaimana cara mengenali calon suami? 
a)      Kenali dari sahabat baiknya
Perilaku seseorang bisa dilihat dari perilaku sahabat baiknya.  Biasanya orang bersahabat, karena kesamaan pandangan dan perilaku, bukan?
Jika sahabatnya sholeh dan hanya berkata dengan perkataan baik, serta memiliki pandangan dan wawasan luas, tentu sahabatnya tidak jauh berbeda, bukan?
Hal itu pula yang saya lakukan dalam mencari jodoh, sahabat baik calon suami adalah teman kerja yang saya ketahui baik ibadah dan sikapnya.
Alhamdulillah, point ini telah saya buktikan sendiri, bahwa sahabat memiliki kesamaan pandangan dan sikap.  Seorang yang baik akan memiliki sahabat yang baik pula.
b)      Kenali dari kegiatan ibadah agamanya
Biasanya orang yang sholeh, rajin dalam melaksanakan kegiatan ibadahnya. Tetapi bila orang tersebut rajin melaksanakan kegiatan ibadah agamanya, tetapi tidak sholeh, berarti orang tersebut baru pada tahap rajin melaksanakan kegiatan agama.  Dia belum masuk pada tahap mengamalkan kegiatan agama yang dipahaminya.
Jadi, saya pilih calon suami yang melaksanakan kegiatan agama dengan baik, luas pengetahuan dan wawasan, serta mengamalkan ilmu yang dimiliki.
c)      Kenali dari kata-kata yang biasa dikeluarkan
Calon suami yang sholeh, hanya akan mengeluarkan kata-kata yang bermanfaat.
d)      Kenali dari siapa keluarganya
Kita dapat meminta bantuan teman atau saudara kita untuk mengetahui tentang keluarga calon suami kita.

5)      Meminta kepada Allah jodoh yang sholeh

Hal ini merupakan yang utama dalam hal mencari jodoh untuk mendapatkan pernikahan yang sakinah ma waddah wa rahmah dan keturunan yang sholeh dan sholehah.
Satu hari saya dipanggil oleh Direktur Utama ke ruangannya.  Dalam hati bertanya-tanya apa gerangan yang membuat beliau meluangkan waktu untuk saya?
Ternyata beliau menanyakan kepada saya, apakah saya sudah mempunyai calon pasangan?  Saya jawab, belum kepada beliau.  Kemudian beliau menceritakan tentang pengalamannya bertemu dengan isteri beliau, dan pada akhirnya beliau mengajarkan sebuah do’a untuk mencari jodoh.  Do’a inilah yang kemudian saya praktekkan dalam shalat Tahajud, Hajat dan Istikharah untuk mencari jodoh yang terbaik.
“Ya, Allah pertemukanlah aku dengan jodohku yang terbaik bagi diriku, agamaku, bangsaku dan negaraku.  Dekatkanlah ia, jika ia baik bagiku, dan jauhkanlah ia, jika ia buruk bagiku.”
Yah, begitulah, orang yang bukan jodoh kita, perlahan-lahan akan menjauh.  Akan tetapi sebaliknya yang merupakan jodoh kita, jalan menuju pernikahan akan terbuka luas dan dimudahkan oleh Allah SWT.

6)      Bergaul dengan orang yang sholeh dan sholehah

Ketika bergaul dengan orang yang sholeh dan sholeh, disadari atau pun tidak maka sikap dan perilaku kita akan lebih terjaga.

7)      Rajin mengikuti kegiatan keagamaan

Dengan rajin mengikuti keagamaan, maka kita akan bertemu dengan orang-orang yang baik, atau pun yang ingin berubah menjadi lebih baik.   Hal ini akan mendorong kita akan menjadi pribadi yang lebih baik.

8)      Berbakti kepada orang tua dan meminta di do’akan agar mendapat jodoh yang sholeh

Do’a orang tua sangat penting bagi kelancaran dan kemudahan hidup kita. Do’a orang tua, terutama ibu tentang kebaikan akan diijabah atau dikabulkanlah oleh Allah.

9)      Meminta jodoh kepada Allah dengan sungguh-sungguh

Meminta jodoh kepada Allah dengan sungguh-sungguh.  Hal ini saya lakukan dengan melaksanakan shalat Tahajud, shalat Hajat dan shalat Istikharah di malam-malam panjang saat bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).  Diiringi dengan untaian do’a yang mengalir memohon jodoh yang sholeh, karena jodoh yang sholeh, akan juga menentukan keturunan yang sholeh ataupun sholehah, Aamiin. 





#Blogjadibuku
#Day1

Ini, Lho, 6 Manfaat Hutan Mangrove! Nomor 3 Menambah Pengetahuan, Selain Wisata!

Hutan mangrove merupakan hutan yang banyak ditemukan di daerah muara sungai dengan struktur  tanah rawa dan atau padat.  Ternyata hutan mangrove punya banyak manfaat, lho, baik bagi manusia, hewan, atau pun lingkungan.  Oleh sebab itu, mangrove adalah pelindung lingkungan yang sangat besar, apalagi saat ini kawasan hutan sudah semakin berkurang!  Salah satu manfaat yang paling disukai dari hutan Mangrove adalah untuk menambah pengetahuan, selain tentunya manfaat untuk wisata, oke banget, bukan?

Manfaat Hutan Mangrove

Hutan mangrove memiliki sangat banyak manfaat bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan alam disekitarnya.  


Manfaat hutan mangrove

Hutan yang biasanya ada di daerah rawa ini merupakan sebuah ekosistem hutan, terdiri dari kelompok pohon yang dapat hidup dalam lingkungan yang memiliki kadar garam tinggi.  Hal ini karena biasanya hutan ini berada di kawasan pantai atau perbatasan antara daerah sungai dan laut.  

Hutan mangrove memiliki penampakan seperti semak belukar raksasa yang memisahkan antara daratan dan lautan.  Salah satu ciri-ciri tanaman mangrove, yaitu memiliki akar yang timbul ke permukaan. 

Ciri-ciri lain hutan mangrove antara lain:
1. Hutan tidak terpengaruh dengan jenis iklim
2. Tanah pada hutan tergenang oleh air
3. Tidak memiliki struktur tajuk 
4. Tanah rendah pantai
5. Biasanya memiliki jenis-jenis pohon pedada (Sonneratia sp), api-api (Avicenia sp), lacing (Bruguiera sp), bakau (Rhizophora sp), nipah (Nypa sp), nyirih (Xylocarpus sp), bluntas (Pluchea indica), flamboyan (Delonix regia), dadap (Erythrina variagate), kedondong laut (Polysia frutucosa).

O, iya, ada perbedaan lho, antara istilah hutan bakau dan hutan mangrove, tanaman bakau adalah bagian dari tanaman mangrove, jadi hutan bakau adalah salah satu jenis hutan mangrove.  Sedangkan mangrove adalah semua jenis tanaman yang hidup di sekitar garis pantai dan dapat hidup di lingkungan yang berkadar garama tinggi, termasuk salah satunya bakau.  


3 manfaat hutan mangrove yang pertama

1. Sebagai sumber plasma nutfah


Plasma nutfah adalah salah satu kekayaan alam berharga dari kehidupan untuk perbaikan jenis-jenis satwa komersial atau pun satwa liar di masa yang akan datang.  Plasma nutfah memiliki manfaat yang sangat besar, hal ini merupakan pendukung kemajuan teknologi ilmu pengetahuan dan untuk mendukung pembangunan suatu wilayah.

2. Tempat berkembang biak (pemijahan), wilayah asuhan (nursery), tempat makan (feeding), serta tempat berlindung satwa liar


Hutan mangrove juga merupakan tempat berkembang biak, merupakan wilayah tempat berkembang biak, tempat mencari makan, juga sebagai tempat berlindung satwa liar.

Sebagai tempat berkembang biak, baik bagi hewan maupun tumbuhan.  Hal ini karena lingkungan hutan mangrove mendukung bagi perkembangbiakan hewan atau pun tumbuhan komersial dan hewan atau pun satwa liar.

Hutan mangrove pun merupakan tempat yang aman bagi pengasuhan hewan dan tumbuhan, dan juga merupakan tempat mencari makan yang tepat bagi hewan dan tumbuhan.  Nutrisi hewan dan tumbuhan banyak tersedia di hutan ini.  Selain itu, hutan ini pun juga tempat berlindung yang tepat bagi satwa liar, sehingga terlindung dari ancaman perburuan atau pun kepunahan. 

3. Mempunyai potensi sebagai kawasan wisata alam


Hutan mangrove membentuk paduan yang indah dan cantik dari aneka tanaman dan hewan yang hidup di dalamnya.  Hal ini juga membuatnya cocok sebagai kawasan wisata alam.  Selain lingkungan yang indah dan nyaman yang ada di kawasan ini, udaranya pun segar, hal ini membuat pengunjung senang berlama-lama menikmati suasana di kawasan ini.

Tanamannya yang berakar menyembul di permukaan, kawanan burung yang berterbangan bebas, hewan-hewan air yang hidup bebas, dan pemandangan yang asri mendukung hutan mangrove sebagai kawasan wisata alam.  Hal ini juga mendorong para pelajar dan masyarakat menambah pengetahuan tentang segala sesuatu yang terkait dengan kawasan wisata alam ini.

3 manfaat hutan mangrove yang kedua

4. Mitigasi perubahan iklim, karena mangrove menyerap CO2


Menurut penelitian, 1 hektar hutan mangrove dapat menyerap 110 kg karbondioksida (CO2).  Tanaman mangrove menyerap dan menahan karbondioksida dan mengeluarkan oksigen (O2), sehingga hutan mangrove memitigasi perubahan iklim.  Dalam skala besar hutan mangrove dapat memperbaiki kadar polusi yang terjadi di wilayah sekitarnya.


5. Mempunyai potensi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan konservasi


Nah, yang ini salah satu peran hutan mangrove bagi pendidikan, lho!  Yaitu, hutan mangrove dapat sebagai tempat praktek pengamatan tentang keadaan tanaman, hewan dan lingkungan terkait misalnya dengan ilmu Biologi.  Hutan ini juga dapat juga sebagai tempat penelitian perilaku berkembang biak atau perilaku mencari mangsa dari hewan di dalamnya.  

Hutan mangrove bisa juga jadi tempat meneliti perkembang-biakan tanaman.  Manfaat lain hutan ini adalah sebagai tempat konservasi berbagai jenis hewan dan tanaman.


6. Sebagai penghasil bahan organik dan bahan baku industri


Hutan ini juga merupakan penghasil nutrisi yang bisa menyuburkan perairan lautm baik anorganik atau pun nutrisi organik.  Oleh karena tingginya rata-rata produksi primer hutan mangrove, hutan ini bisa menjaga kelangsungan populasi kerang, ikan dan hewan air payau lainnya.  Hutan mangrove menjadi tempat perkembangbiakan serta pembesaran populasi hewan air payau ini.

Sebagai penghasil bahan baku industri, hutan ini menghasilkan batang kayu dan kulit kayu yang bermanfaat untuk produksi tekstil dan kertas.

Banyak sekali ya manfaat hutan mangrove, baik bagi tanaman, hewan, manusia, maupun bagi lingkungan dan industri.  Yuk, kita jaga dan lestarikan lingkungan hutan mangrove yang ada di sekitar kita!






13 Jenis Burung Langka Ini Ada di Jakarta, Lho! Di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, yuk, Kita Kunjungi!


Sudahkah teman-teman berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove?  Sebuah taman wisata alam, dimana terdapat bermacam-macam jenis burung, hewan lain, dan macam-macam tanaman lain pula.  Taman wisata yang berada di daerah Angke, Kapuk, sebelah utara Jakarta.  Tempat ini selain sebagai habitat burung yang umumnya 'langka', juga merupakan tempat untuk mempertahankan kelestarian fungsi mangrove sebagai sistem penyangga kehidupan.

Salah satu sudut yang kontras di TWA Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk/Elvinvielnius


Pada TWA Mangrove ini, kita dapat menghirup udara segar, yang sangat langka kita dapati di ibukota yang super sibuk dengan kendaraan yang berlalu-lalang.  Yang paling menarik, di taman ini terdapat menara pengawas burung, sehingga pengunjung dapat mengamati aktivitas burung dari kejauhan, tanpa mengganggu mereka.  Dari menara pengawas ini pula, pengunjung dapat memotret momen-moment yang menarik dari sudut fotografi, lho!

Hutan Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk

Di taman wisata alam yang merupakan daerah konservasi ini, masih dapat ditemui rawa dan hutan mangrove yang tenang dan bebas polusi udara atau pun suara!  Para pengunjung dapat mengelilingi taman wisata alam ini dengan menggunakan sepeda, berjalan kaki, atau pun menggunakan perahu dayung atau pun speed boat.

Spot foto yang instagrammable di TWA Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk

Selain itu, banyak spot yang menarik, yang dapat dimanfaatkan untuk berfoto oleh para pengunjung, lho! 

13 jenis burung langka yang memiliki habitat di TWA Mangrove, Angke, Kapuk, Jakarta

Ke-13 jenis burung tersebut antara lain:


1. Burung Gagang Bayam Timur

Pada gambar di bawah ini 2 ekor Burung Gagang Bayam Timur yang memiliki kaki cantik dan langsing  berwarna merah terbang berdampingan di TWA Mangrove, cantik, bukan?



Burung Gagang Bayam Timur


2, Burung Belibis



Burung Belibis


Burung belibis kembang (Dendrocygna arcuata) selain mampu berenang, juga mampu terbang, lho!  Biasanya burung ini terbang berkelompok dengan susunan khusus sambil mengeluarkan suara seperti siulan.

Burung belibis kembang juga dikenal sebagai burung pengembara, yang hobi berpindah-pindah, lho!

3,  Burung Elang Tiram



Burung Elang Tiram

Burung Elang Tiram, Osprey (Pandion Haliaetus) memiliki ciri-ciri berwarna cokelat, hitam, dan putih.  Makanannya ikan, ular laut, serta burung-burung kecil.  Burung ini perenang yang handal.  Elang tiram menunggu mangsanya di atas pohon dan batu-batu karang.  Berputar di atas perairan serta menukik menangkap mangsa sampai menyelam beberapa saat.

4. Burung Belekok



Burung Blekok Sawah

Burung Belekok Sawah (Ardeola speciosa) suka daerah yang hangat.  Pada daerah persawahan, burung ini dimanfaatkan sebagai pengendali hama serangga serta sebagai petunjuk pergantian musim oleh petani.  Kebiasaan Blekok sawah adalah berdiri diam dengan tubuh posisi rendah dan kepalanya ditarik, sambil menunggu mangsa.

5. Burung Cangak Abu



Burung Cangak Abu
Burung Cangak Abu (Ardea cinerea) adalah pemburu yang menyukai hidup menyendiri di air dangkal.  Burung ini mencari makan dengan cara menyusurkan kepala dan berdiri dengan satu kaki.  Makanannya tidak hanya ikan, tetapi juga invertebrata dan mamalia kecil yang lewat di sekitar burung Cangak abu ini.

6. Burung Itik Benjut



Burung Itik Benjut
Burung Itik benjut (Anas gibberifrons) memiliki ciri khas jenong di kepalanya.   Terdapat perbedaan suara antara burung jantan dan betina.  Suara pada burung jantan, yaitu 'pip', sedangkan suara pada burung betina, yaitu terkeheh (biasanya pada malam hari.

7. Burung Cekakak Sungai



Burung Cekakak Sungai


Burung Cekakak Sungai (Todirampus Chloris) merupakan burung berkicau.  Burung ini bersuara keras, serta memiliki bentuk tubuh yang unik dan memiliki 3 corak warna pada tubuhnya, yaitu hitam, biru, dan putih.  Ciri lain burung Cekakak Sungai ini, yaitu paruhnya panjang, berbentuk pipih, dan tebal.

8. Burung Kadalan Selaya



Burung Kadalan Selaya


Burung Kadalan Selaya (Rhinortha chlorofaeus) memiliki ciri khas bagian mantel berwarna cokelat berangan, ekor panjang bertingkan berwarna cokelat berangan diatas dan putih pada bagian bawahnya.

9. Burung Pecuk Ular



Burung Pecuk Ular

Burung Pecuk ular (Anhinga melanogaster)  disebut pecuk ular, karena lehernya yang panjang dan langsing, sperti ular.  Burung ini menyukai daerah perairan, seperti hutan mangrove, danau, sungai, maupun rawa.  Burung yang hidup di daerah perairan ini memangsa ikan, katak, kadal air, dan lain-lain.

10, Burung Kokokan Laut



Burung Kokokan Laut

Burung Kokokan laut (Butorides striata) merupakan pemangsa ikan, larva, serangga, katak, terkadang ular kecil di pesisir pantai.  Duduk menunggu dan diam di tempat bertengger pada senja dan dini hari untuk menyambar makanannya.

11. Burung Kowak Malam Abu




Burung Kowak Malam Abu
Burung Kowak Malam Abu (Black Crowned Night Heron) adalah termasuk burung bangau yang berkicau.  Burung ini senang tinggal di daerah basah, seperti danau, waduk, rawa, sungai, dan kolam.

12. Burung Elang Sikep Madu Asia





Burung Elang Sikep Madu Asia
Burung Elang Sikep Madu Asia/Oriental Honey Buzzard (Pernis Ptilorhincus) pada saat musim panas akan terbang ke Siberia, namun pada saat musim dingin akan bermigrasi ke Indonesia.  Ciri khas burung Elang Sikep Madu Asia ini adalah mengepakkan sayapnya naik dan turun.

13. Burung Kipasan Belang




Burung Kipasan Belang


Burung Kipasan Belang (Rhipidura javanica) meupakan tipe burung berkicau dengan postur tubuh  sedang.  Burung ini dijuluki dengan "Murai gila" memiliki bagian ekor yang cukup panjang dan bisa dikembangkan.  Pada saat burung ini dalam masalah atau sedang akan berkicau, maka ekornya yang panjang akan dikembangkan dan digoyang-goyangkan, lucu, bukan?  Sifat burung Kipasan agresif dan bisa menyerang siapapun yang memasuki wilayahnya.



Nah, banyak 'kan koleksi burung yang unik di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, yuk, kita kunjungi untuk memperluas pengetahuan kita tentang alam!