7 Menu Buka Puasa Khas Minang


Bulan Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim.  Pada bulan ini keberkahan merupakan hal yang diharapkan oleh kaum muslim sedunia.  Namun, seiring berjalannya waktu, biasanya para bunda bingung dengan menu buka puasa keluarga.  Bunda-bunda, janganlah bingung, berikut ini beberapa alternatif buka puasa khas Minang.  Yuk, Bunda, kita kepoin 7 menu buka puasa ini!

Alternatif Menu Buka Puasa Khas Minang

1. Rendang Daging

Rendang daging adalah masakan khas Minang yang termasuk dalam makanan terenak di dunia.  Bahkan, beberapa kali sempat menduduki posisi sebagai makanan terenak di dunia.  Masakan khas Minang ini adalah makanan yang tahan lama, bahkan bisa tahan sampai dengan satu bulan, lho, Bund!  Asalkan setiap 3 hari sekali dipanaskan. Bund.

Uniknya, makanan tradisional Sumatera Barat ini semakin sering dipanaskan, akan semakin enak rasanya, karena bumbu-bumbunya akan makin meresap.  Makanan paduan daging, santan dan bumbu-bumbu tradisional yang maknyus ini akan sangat terasa lezat dimakan pada saat berbuka puasa, setelah seharian menahan lapar dan haus, Bund!

Bunda, menikmati rendang di waktu sahur pun akan lebih menggugah selera, sehingga perlahan dapat mengusir rasa kantuk ketika terbangun saat dini hari.  Makan pun lebih bersemangat berteman lauk rendang, Bunda, so, cobalah alternatif makanan berbuka puasa yang maknyus ini!

Rendang Daging
Sumber: koleksi pribadi

2. Ayam Padeh

Bunda, masakan dengan bahan dasar ini tidak menggunakan santan, lho, dalam pengolahannya!  Namun begitu, hal itu tidak mengurangi rasa nikmat, ketika kita mengkonsumsinya ketika berbuka puasa.  Sensasi pedas dan bumbu-bumbu tradisional membuat buka puasa jadi begitu menggugah selera.  Penasaran dengan rasanya, kan, Bund?

Ayam Padeh

3. Bebek Lado Hijau

Bebek lado hijau adalah masakan khas Kotogadang, sebuah nagari (desa) di Bukittingi.  Masakan dengan bahan dasar bebek atau itiak ini memerlukan penanganan yang khusus untuk bebek yang akan diolah, agar bau amisnya tidak terasa lagi.

Bebek lado hijau biasa dihidangkan pada acara resmi atau sebagai makanan hantaran untuk lamaran ataupun pernikahan oleh masyarakat Kotogadang.  Paduan bebek atau itiak dengan bumbu-bumbu tradisional dan cabai hijau sangat menggoda selera.  Makanan ini layak dicoba sebagai alternatif makanan untuk berbuka puasa, lho, Bund!

Bebek Lado Hijau

4. Ikan Cuka Tenggiri 

Ikan cuka tenggiri  sangat segar, ketika disantap saat berbuka puasa, lho, Bund!  Paduan antara ikan tenggiri yang memang lezat dengan asam dari cuka, dan juga sentuhan pedas dari cabai hijau dan cabai merah sungguh menyegarkan!

Bahkan ikan cuka tenggiri  pun disukai, ketika dihidangkan di acara-acara keluarga.  Rasa segarnya menghilangkan rasa lapar dan haus yang dirasakan ketika berpuasa seharian, lho, Bund!

Ikan Cuka Tenggiri

5. Dendeng Paru

Paru yang diiris tipis dipadu dengan bumbu-bumbu tradisional dan digoreng garing, sangat renyah ketika dimakan.  Bunda, dendeng paru dapat menjadi selingan makanan untuk berbuka puasa, lho!  Paru yang garing disantap bersama nasi dan sambal, yummy!

Dendeng Paru


6. Gulai Tunjang

Makanan berbahan dasar kaki sapi ini sangat nikmat disantap ketika berbuka puasa.  Apalagi, jika tunjang lembut dan mudah digigit, dipadu bumbu-bumbu yang meresap dan siraman kuah di nasi, rasanya mantap sekali.

Gulai Tunjang

7. Sayur Kapau

Sayur kapau atau sayua kapau dalam Bahasa Minang, merupakan perpaduan antara sayur nangka, kol, dan kacang panjang dengan bumbu-bumbu tradisional, serta santan.

Sayur kapau memiliki harum yang khas dan mengundang selera makan, terlebih bila dimakan dan dicampur dengan nasi, wow, mertua lewat pasti tidak terlihat.  Iyalah, karena mertuanya lewat belakang, he he he.

Sayur Kapau
Demikianlah Bunda, 7 alternatif menu buka puasa khas Minang.  Tentunya masih banyak menu khas Minang lainnya yang dapat digunakan sebagai alternatif menu berbuka puasa.

O, iya dari daerah manakah Bunda berasal?  Apakah makanan khas dari daerah Bunda yang dapat digunakan sebagai alternatif menu berbuka puasa?  Silahkan diisi di kolom komentar, terimakasih.






1 komentar:

  1. Wow, kebanyakan pedas ya Bund. Nggak kuat makan pedas nih. Tapi daftar menunya bisa disimpan buat hari-hari setelah lebaran.

    BalasHapus