Jam Gadang di Bukittingi Punya Kembaran, Lho!


Jam Gadang merupakan monumen kebanggaan masyarakat Bukittinggi berbentuk menara setinggi 26 meter.  Menara yang populer ini, merupakan titik nol Kota Bukittinggi, lho, Guys!  Yap, sejak dahulu, menara jam gadang terletak di jantung kota Bukittinggi, Guys! Menara ini merupakan tujuan wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar negeri, karena kepopulerannya.  O, iya, Jam Gadang memiliki kembaran, lho, Guys! Yuk, kita bahas lanjut tentang Jam Gadang dan kembarannya ini!

Menara Jam Gadang

Menara Jam Gadang dan Taman disekitarnya
Sumber: Koleksi Pribadi

Menara Jam Gadang mulai didirikan pada tahun 1826 dan selesai pembangunannya pada tahun 1926, dengan biaya pembangunan sebesar 3000 gulden. Waktu pembangunan dengan jangka waktu yang lama dan biaya yang cukup besar pada saat itu, bukan?  

Satu keunikan menara Jam Gadang adalah menara ini tidak dibangun dari besi dan semen, tetapi dibuat dari campuran putih telur, kapur dan pasir putih, lho, Guys!  Dengan campuran seperti itu, menara Jam Gadang tetap bertahan kokoh berdiri sampai saat ini, hebat, bukan?

Hal yang perlu dibanggakan dari menara yang memiliki 4 tingkat ini adalah arsitek menara Jam Gadang adalah asli urang awak, yaitu Jazid Radjo Mangkuto, hebat, bukan? Urang awak dipercaya sebagai arsitek menara legendaris.

Saat ini, selain sebagai monumen Kota Bukitting, menara Jam Gadang, yang berada di tengah taman terbuka bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan event-event, seperti festival, bazzar, dan lain-lain.

Jam Gadang dan Kembarannya, Menara Legendaris, Big Ben

Jam Gadang
Sumber:sejarahlengkap.com
Big Ben
Sumber: pixabay.com

Benarkah, kembaran Jam Gadang adalah Big Ben, Guys?  Karena dari penampakannya, menara Jam Gadang  yang terletak di pusat kota Bukittinggi, dan menara Big Ben di London, jelas berbeda.

Walaupun sama-sama berbentuk segi empat, namun terdapat perbedaan tinggi menara serta gaya bangunan. lho, Guys!  Tinggi menara Jam Gadang 26 meter dengan menara berbentuk rumah adat Minangkabau,  Sedangkan Big Ben memiliki tinggi mencapai 96 meter, dengan gaya Gothik Victoria dan puncak menara runcing menjulang.

Jadi, apakah yang menjadikan Jam Gadang kembar dengan Big Ben, Guys?  Ternyata mesin jam di kedua menara tersebutlah yang kembar.  Yup, mesin jam di Jam Gadang dan Big Ben merupakan barang langka, dan hanya dibuat dua unit yang kembar oleh pembuatnya, Bernhard Vortmann.

Pada bagian belakang lonceng jam, tertera nama Vortmann Recklinghausen.  Vortmann adalah nama belakang Bernhard, sedangkan Recklinghausen merupakan nama kota tempat jam  tersebut dibuat, tahun 1892.

Sistem yang bekerja pada jam kembar ini, yaitu dengan cara menggerakkan jam secara mekanik, melalui dua bandul besar yang saling menyeimbangkan satu sama lain.  Sistem ini dapat membuat jam terus berfungsi selama bertahun-tahun, tanpa menggunakan sumber daya energi apapun.

Ada 4 jam di menara ini dan menghadap keempat penjuru mata angin digerakkan oleh sistem ini, dengan diameter masing-masing wilayah perputaran jarum jam sebesar 80 sentimeter.

Seluruh angka jam legendaris ini dibuat dengan menggunakan angka Romawi, akan tetapi ada hal yang unik dalam penulisan angka empat, yaitu dengan menulis empat huruf  'I' (IIII), bukan dengan huruf 'IV'.  

Keunikan-keunikan menara jam gadang di Bukittinggi ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke tempat legendaris ini.

Pernahkah kalian berkunjung ke menara Jam Gadang, Guys?  Apakah nama tempat wisata yang legendaris di kotamu, Guys?






19 komentar:

  1. Jam Gadang & Big Ben, samaaa! Sama-sama jam dan sama-sama jadi landmark kota!!!! Wkwkwk
    Dulu aku kira ada di Padang. >_<

    BalasHapus
  2. Wah kembar beneran ya itu mesinnya. Diciptakan hanya dua oleh pembuatnya. Unik ya.

    Saya blm pernah melihat jam gadang. Semoga suatu saat bisa berkunjung ke sana. Amin.

    BalasHapus
  3. Oohh baru tau aku kalau mereka punya mesin yang sama. Dan aku belum pernah liat keduanya juga. Hehe Tapi kenapa angka 4 nya dibuat begitu ya..

    BalasHapus
  4. Aku baru tahu lho mba kalau jam gadang ini ada kembarannya. Iya mirip. Keren. Bisa sama gitu juga jamnya dan konsepnya sama. Cuma emang beda tinggi dan lainnya sediKit ya

    BalasHapus
  5. Belom pernah ke Padang, apalagi ke London. Dari dulu udah 'ngeh'kalau kedua jam raksasa ini mirip. Mudah2an bisa melihat langsung kedua jam ini deh 🤭

    BalasHapus
  6. Aku blm pernah liat Big Ben dan Jam Gadang mba. Tapi dari dulu sih udah nebak kalo keduanya punya kemiripan. Keren deh

    BalasHapus
  7. Berarti mesin jamnya hanya ada 2 itu aja, ya. Saya belum pernah mengunjungi keduanya. Tetapi, memang ikonik di kota masing-masing ya jam ini

    BalasHapus
  8. Aku belum pernah ke Padang mba baca tulisan mba jadi pngen pergi kesana mau lihat jam Gadangnya secara keren bngt deh

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah ke Bukittinggi, pengen kesana eeeh harga tiket pesawat lagi mahal2nya :(

    BalasHapus
  10. Wooooow banget, aku baru tau semuanya. Makasi banyak info nya ini mba, yg membuat kembar adalah jam mesinnya plus aku belum pernah mengunjungi keduanya nih. Semoga bisa travelling k kedua tempat ini

    BalasHapus
  11. Aku 2 tahun lalu ke padang & Bukittinggi sendirian seru banget

    BalasHapus
  12. Kupikir tdnya beneran ada kembarannya, ternyata Big Ben. Dua2nya unik tapi persamaan keduanya adalah sama2 sebagai penanda suatu kota, satu Padang satu London��
    Moga2 Kapan2 bisa mengunjungi keduanya��

    BalasHapus
  13. Nah iya, anakku lihat foto Jam Gadang katanya kembaran Big Ben. Jadinya dia minta ke Jam Gadang dulu sebelom bisa ke BigBen. Heheheh

    BalasHapus
  14. ini nih jam yg terkenal banget di Bukit Tinggi.. kebanggaan warga Sumatera Barat, bener2 mirip dengan Big Ben yg ada di London..

    BalasHapus
  15. Berhubung suka sejarah jadi saya tahu fakta ini. Ada beberapa sih fakta lainnya kenapa jam ini kembar, cuma kayanya kalau di bahas kepanjangan deg.

    BalasHapus
  16. Berasa ikut jalan2 aku baca artikel ini, jam gadangnya keren ya. Suka lihatnya deh. Makasih sharingnya mbak

    BalasHapus
  17. Wiwin | pratiwanggini.net27 Juli 2019 14.35

    Saya belum pernah melihat langsung keduanya, tapi sudah lama mengenalnya. Namun demikian baru sekarang ini, saat baca tulisan ini, saya paham perbedana dan persamaan keduanya.

    BalasHapus
  18. Wah iya ternyata fisik emmqg berbeda ya mba, btw patut bangga Karena ternyata nesij jamnya cuma dibuat dua Di Dunia dan Indonesia termasuk yangmemiliki ya.

    BalasHapus
  19. Keren banget sih Jam Gadang kembaran lamgsung sama Big Ben. Tapi aku masih gak percaya loh kalau pembuatannya ada campuran telurnya. Mirip kayak candi borobudur ya. Hmm

    BalasHapus