Menu Khas Minang yang Menggugah Selera di Bulan Ramadhan

Ramadhan segera tiba, banyak orang yang bersiap dalam menjalani bulan suci ini, baik persiapan fisik maupun mental.  Tentunya setelah seharian berpuasa, kita ingin berbuka puasa dengan menu yang menggugah selera, apalagi disantap beramai-ramai, tentu akan sangat menyenangkan, bukan, Guys?  Satu waktu lagi yang memerlukan menu yang menggugah selera adalah pada waktu sahur.  Hal ini karena pada waktu itu, kita harus bangun dan menyantap masakan dalam keadaan mengantuk, jadi perlu masakan yang menggugah selera, Guys, agar semangat makan sahur!

Apa sajakah menu yang menggugah selera tersebut?

Rendang Daging
Sumber: de' Dunsanak

1. Rendang Daging

Rendang Daging, sudah terkenal sebagai makanan terenak di dunia.  Makanan berbahan utama daging ini merupakan makanan lezat dan tahan lama.  Hal ini terbukti dari penggemar masakan ini yang tersebar di seluruh dunia.  Makanan berbumbu tradisional dengan resep turun temurun ini merupakan makanan yang tahan sampai dengan sebulan.


Rendang Daging Plus Kentang Kecil
Sumber: de' Dunsanak
Dahulu, di kampung asalnya di daerah Minang, makanan ini hanya dihangatkan, semakin sering dihangatkan, maka rasanya akan semakin enak, karena bumbunya makin meresap ke dalam daging rendangnya.   Rendang juga praktis untuk dibawa sebagai menu pada saat rekreasi ataupun wisata di dalam maupun di luar negeri.

Masakan yang tahan lama ini akan lebih enak jika dicampur dengan kentang kecil ataupun dengan kacang merah, lho, Guys!

2. Rendang Paru

Salah satu masakan Minang yang memiliki tingkat kesulitan dalam proses memasak yang cukup tinggi adalah Rendang Paru.  Betapa tidak, jika pada saat memasak, perhitungannya kurang tepat, maka kita tidak akan mendapatkan Rendang Paru yang garing dan yummy, Guys!  Namun, semua pengorbanan dalam memasak, akan terbayarkan, ketika kita menikmati Rendang Paru nan lamak ini, Lho, Guys!

Rendang Paru
Sumber: de' Dunsanak

3. Bebek Lado Hijau

Bebek Lado Hijau atau Gulai Itiak adalah masakan Minang khas Kotogadang.  Masakan ini merupakan masakan kebanggaan urang Kampuang Kotogadang.  Masakan ini juga memerlukan penanganan yang ekstra hati-hati, lho, Guys!  Betapa tidak, kalau pada saat membersihkan bebek atau itiak tidak bersih, maka akan menghasilkan masakan bebek yang berbau amis.

Bebek Lado Hijau atau Gulai Itiak
Sumber: de' Dunsanak

Cara membersihkan bebek atau itiak adalah sesuatu yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu keluarga di kampuang Kotogadang ini, sehingga dalam penanganan selanjutnya akan menghasilkan masakan bebek lado hijau atau gulai itiak yang lezat menggoyang lidah.  Sudahkah kalian mencoba masakan Bebek Lado Hijau ini, Guys!

4. Daging Asam Padeh

Masakan khas Minang yang satu ini dimasak tanpa santan, lho, Guys! Namun, Daging Asam Padeh tak kalah enaknya dari masakan Minang lainnya, lho!  Bumbu yang meresap ke Daging Asam Padeh, membuat orang yang mengkonsumsinya menikmati sampai dengan kunyahan terakhir, lho Guys!

Daging Asam Padeh
Sumber: de' Dunsanak
Tentunya Daging Asam Padeh akan sangat menggoda, ketika kita akan menikmati santapan untuk berbuka puasa, tentunya jangan lupa, ucapkan dulu do'a sebelum makan, ya Guys.

5. Ayam Gulai

Masakan khas Minang yang berbahan dasar ayam berikut adalah ayam gulai.  Bumbu ayam gulai yang dicampur dengan nasi, akan menggugah selera pada saat menikmati santapan pada saat sahur.  Matanya yang tertutup, karena mengantuk, dijamin akan langsung terbuka, sambil menikmati ayam gulai yang lamak bana ini.
Ayam Gulai
Sumber: de' Dunsanak

  6. Ikan Cuka Tenggiri

Masakan berbahan dasar ikan tenggiri memiliki rasa yang segar, cocok untuk dinikmati pada saat berbuka maupun pada saat sahur.  Rasa segar yang di dapat dari aroma cuka dan paduan bumbu lainnya membuat masakan ikan cuka tenggiri menggugah selera sampai dengan suapan terakhir.
Ikan Cuka Tenggiri
  Sumber: de' Dunsanak

7. Tumis Ikan Asin Jambal

Tumis ikan asin jambal cocok dinikmati sebagai selingan menu berbuka puasa maupun sahur.  Masakan inipun menggugah selera bagi penikmatnya.  Irisan cabai merah dan cabai hijau memberikan sensasi pedas bagi tumis ikan asin jambal ini..
Tumis Ikan Asin Jambal
Sumber: de' Dunsanak
Guys, inilah 7 menu kahas Minang yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam berbuka puasa ataupun untuk makan sahur, Guys! Eittss, jangan lupa ya untuk minum air hangat sebagai penutup santapan hidangan berbuka puasa ataupun sahur, Guys!  Hal ini agar setelah makan, tenggorokon kita tetap merasa nyaman, tidak terasa berminyak ataupun kering, puasapun dijalani dengan nyaman.

Guys, dari jejeran masakan khas Minang diatas, masakan manakah yang paling disukai?  Tolong tulis di komentar ya dan sebutkan alasannya....





8 komentar:

  1. Haduh-haduh bikin aku laper nih semua ahayyy

    BalasHapus
  2. Aku pilih rendang paru aja,tambah nasi putih anget pasti wenak. Tapi Ramadan kali ini aku off dl makanan berat kayak gini.Karena lg pengin detox jadi kurangi protein hewani dl.

    BalasHapus
  3. Rendang daging, rendang paru dan tumis jambal ikan asin favoritku..bisa bikin lupa berat badan..😂

    BalasHapus
  4. Menunya bikin ngiler kabeh ehehehehe... tinggal tambahin nasi anget, langsung lahap.

    BalasHapus
  5. Hmmmm....ngecesss dah lihat masakan Padang. Aq pngen tumis ikan asin jambal nasinya anget hbs dh 3 piring. Wkkkwkkk

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah udah berbuka klo gak air sya menetes loooh apalagi liat rendangnya 😂

    BalasHapus
  7. ngiler banget lihat rendang dan ayam gulainyaaa :D

    BalasHapus
  8. Masyaa allah reviewnya maknyos buat perut lapar

    BalasHapus